Jangan Sembarangan Dalam Follow-up Wawancara, Ini Dia Tipsnya!

Seperti yang anda tahu bahwa wawancara kerja merupakan tahap akhir yang harus kita lewati ketika ingin melamar kerja di suatu perusahaan. Rasa cemas dan tidak nyaman akan terus anda rasakan sebelum pengumuman penerimaan diumumkan oleh perusahaan tersebut. Anda pasti sering membuka email masuk anda, apakah ada email penerimaan atau belum, setiapnya harinya anda merasa cemas dan was-was.

Agar Anda tidak cemas secara berkelanjutan, maka disarankan bagi anda untuk melakukan follow-up. Selain bertujuan untuk mengetahui kelanjutan dari wawancara yang pernah anda lakukan, follow-up juga menunjukkan kepada perusahaan bahwa anda memang antusias dalam rekruitmen yang dilakukan oleh perusahaan tersebut. Namun, follow-up wawancara ini harus ada aturannya loh, apa saja aturan tersebut? Anda bisa menyimak aturan-aturannya dibawah ini:

1. Meskipun Anda Telah Selesai Wawancara, Lebih Baik Anda Mengucapkan Terima Kasih kepada Pewawancara Melalui Email

Berterima kasih diakhir wawancara merupakan salah satu kewajiban yang perlu anda lakukan. Dan akan lebih baik lagi jika anda melakukannya secara formal dan tidak berlebihan. Anda dapat berterima kasih sekali lagi kepada orang-orang yang telah mewancarai anda melalui email yang berisi ucapan terima kasih atas diberikannya kesempatan untuk mewawancarai anda. Jangan sungkan untuk bertanya email orang yang telah mewawancarai anda, karena hal tersebut saya rasa tidaklah salah. Mintalah email mereka dengan nada yang sopan sebelum anda meninggalkan ruang wawancara. Tidak mungkin kan anda tidak mempunyai email? Toh ada banyak tutorial cara membuat email di internet.

2. Jika Selama Dua Minggu Tidak Ada Kabar yang Pasti, Jangan Sungkan Untuk Follow-up Mereka

Jangan terlalu cepat apalagi sering bertanya kepada orang-orang yang mewawancarai anda. Mereka akan risih jika anda setiap hari menghubungi mereka hanya sekedar bertanya saya diterima atau tidak. Tunggu saja sampai dua minggu, jika memang masih belum ada balasan, jangan syngkan untuk mefollow-up mereka.

3. Jangan Memfollow-up Pihak HRD dengan Nomor yang Berbeda-beda

Ketika ingin memfollow-up salah satu pihak HRD, jangan sampai anda menggunakan nomor yang berbeda-beda karena hal tersebut malah akan membuat pihak HRD bingung untuk menghubungi anda kembali. Untuk keperluan followup gunkaan nomor ponsel yang anda cantumkan pada CV anda, jangan nomor lain apalagi meminjam nomor orang lain untuk memfollowup. Tidak hanya itu, gonta-ganti nomor ponsel juga akan mencerminkan bahwa anda ini orang tidak profesional.

4. Gunakan Bahasa yang Benar

Ketika ingin memfollowup hasil wawancara anda, pastikan anda menggunakan bahasa yang bijak dan benar, hindari menggunakan bahasa yang disingkat-singkat apalagi menggunakan bahasa yang alay. Tunjukkan sikap santun anda kepada orang yang memiliki peranan penting dalam diterima atau tidaknya anda dalam perusahaan tersebut, yakni HRD.

5. Pastikan Kalimat Followup yang Anda Tulis di Email Tampak Resmi dan Efektif

Buatlah email followup yang mempunyai struktur kurang lebih seperti ini. Paragraf pertama berisi ucapan terima kasih telah memberikan anda peluang hingga pada tahap wawancara. Paragraf kedua bisa diisi dengan menjelaskan kelebihan-kelebihanmu dan alasan mengapa anda cocok untuk posisi yang anda lamar. Dan pada paragraf ketiga berisi tentang klarifikasi jika ada pertanyaan yang tertinggal pada proses wawancara, jadi anda dapat menjawabnya melalui email.

Itulah cara memfollowup wawancara dengan baik dan benar. Pastikan anda menggunakan bahasa yang sopan, baik dan benar ketika ingin memfollowup wawancara anda, jangan sampai menggunakan yang kurang sopan, disingkat-singkat dan alay.